Fight Of The Hour: Nick Diaz VS Takanori Gomi PRIDE 33 2/24/2007

Nick Diaz VS Takanori Gomi PRIDE 33

Para penggemar Nick Diaz (W26-L9-NC1) tentunya mengetahui Diaz akan kembali bertarung di UFC menyambut kembalinya legenda MMA asal Brazil Anderson Silva (W33-L6) di ajang UFC 183 tanggal 31 Januari mendatang.

Salah satu pertarungan favorit para penggemar Diaz adalah pertemuannya melawan (kala itu) petarung terhebat divisi lightweight asal Jepang Takanori Gomi di ajang PRIDE 33 tahun 2007. Pertarungan ini dianggap sebagai pertarungan promosi Gomi untuk memperkenalkan dirinya kepada penggemar MMA Amerika Serikat dan diharapkan menang, namun lawan yang dihadapinya bukan petarung sembarangan yaitu Nick Diaz.

Nick Diaz sebelum bertemu Gomi telah cukup lama menekuni dunia MMA profesional. Diaz bermodalkan hasil asahan ahli Brazilian Jujitsu Cesar Gracie, memulai karir MMA profesionalnya sejak tahun 2001, dan berkat prestasi Diaz yang konsisten akhirnya dilirik oleh UFC dan bergabung dengan UFC di tahun 2003. Hubungan Diaz dengan UFC sering mengalami ketidakharmonisan dan Diaz sempat keluar dari UFC di tahun 2006, bertarung di beberapa organisasi lainnya, lalu kembali lagi ke UFC di tahun yang sama, yang kemudian keluar lagi dan bergabung lagi di tahun 2011. Diaz sempat mendapat kesempatan menjadi penantang sabuk divisi welterweight UFC yang saat itu dipegang jawara asal Kanada, Georges Saint-Pierre (disingkat GSP), namun sang juara bertahan mampu menahan agresi Diaz dan membuat frustrasi Diaz hingga memenangkan pertarungan dengan hasil skor mutlak (unanimous decision) untuk GSP. Kekalahan Diaz melawan GSP menyebabkan Diaz untuk menyatakan pensiun dari dunia MMA profesional. Bukan Nick Diaz namanya bila tidak kembali lagi, kali ini Diaz ditawarkan pertarungan superfight menyambut kembalinya mantan juara divisi middleweight Anderson Silva setelah insiden mengerikan yang dialaminya saat rematch melawan juara baru divisi middleweight UFC Chris Weidman di ajang UFC 168, 28 Desember 2013.

Ajang PRIDE 33 merupakan ajang kedua organisasi MMA asal Jepang PRIDE di Amerika Serikat, pesta baku hantam tersebut diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat. Hasil pertarungan Diaz lawan Gomi dinyatakan sebagai no contest oleh komisi atletik Nevada (NSAC) karena kadar THC (tetrahydrocannabinol, zat aktif tanaman ganja) Diaz sangat tinggi setelah mengikuti tes medis pasca tarung. Menurut ketua komisi Dr. Tony Alamo, yang saat itu menyaksikan langsung pertarungan, kadar THC yang tinggi berperan besar membuat Diaz kebal dan membuat Diaz tahan serangan. Alamo namun tidak memberi penjelasan kapan dan mengapa Diaz menghisap ganja dalam waktu dekat sebelum bertarung. Nick Diaz membantah hal tersebut dan menolak pernyataan bahwa ganja berperan besar dalam menambah performa bertarung.

Kemenangan Nick Diaz melawan Takanori Gomi, walau tercoreng secara rekor MMA profesionalnya, membuahkan sabuk hitam BJJ yang diberikan oleh pelatih Diaz yaitu Cesar Gracie.

MMAddict Indonesia

Sumber: Wikipedia.org, youtube.com

Advertisements

Herb Dean Sebagai Wasit Rematch Anderson Silva-Chris Weidman, 28 Desember Mendatang

Image

(Foto: MMAJunkie.com)

Wasit ternama Herb Dean akan sekali lagi menjadi wasit pertemuan kedua Anderson Silva dan Chris Weidman untuk ajang penutup tahun 2013 UFC 168: Weidman VS Silva II. Sebelumnya, Dean juga menjadi wasit pertemuan Silva dan Weidman yang pertama di ajang UFC 162 tanggal 6 Juli lalu.

Komisi Atletik Nevada telah mengumumkan hal ini Senin lalu bahwa sekali lagi Herb Dean menjadi wasit untuk pertarungan akbar divisi middleweight UFC. UFC 168 akan diselenggarakan di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas. Selain pertikaian antara dua jawara divisi middleweight UFC, pertemuan kedua antara Ronda Rousey dan Miesha Tate juga akan meramaikan ajang tersebut.

Dean, yang juga pernah mencoba menjadi petarung MMA profesional dengan rekor dua kemenangan dan tiga kekalahan ini, adalah salah satu wasit mixed martial arts terbaik yang sangat berpengalaman menjadi orang ketiga di dalam kerangkeng. Tercatat sebanyak 510 pertandingan MMA yang sudah diawasi olehnya di organisasi-organisasi MMA selain UFC seperti M-1, WEC, Strikeforce, Affliction, dan Elite XC. Ia sudah melanglangbuana sebagai wasit MMA di berbagai negara selain AS seperti Jepang hingga India. Tercatat Dean sudah menjadi wasit untuk organisasi UFC sebanyak 64 pertandingan.

Bagi yang ingat pertarungan untuk perebutan sabuk divisi heavyweight UFC tahun 2004 antara Frank Mir melawan Tim Sylvia di ajang UFC 48, pasti ingat kejadian dimana Herb Dean tampak kalang kabut (hingga berteriak “oh shit!”) melerai pertarungan antara kedua atlit saat melihat tangan kanan Sylvia, yang terperangkap armbar maut Mir, terlihat patah. Dengan bergegas Dean menghentikan pertarungan walaupun Sylvia ngotot dan memaksa untuk terus bertarung, Sylvia namun akhirnya mengakui bahwa ia sangat berterimakasih terhadap Dean yang berusaha menyelamatkan Sylvia dari cedera lebih lanjut. Pertarungan tersebut merupakan pertarungan ketiga di organisasi UFC yang diawasi oleh Dean.

Presiden UFC Dana White memuji Herb Dean sebagai salah satu wasit terbaik MMA sejak UFC 109 hingga UFC 160. “Actually, I think he’s the best”, tambah White tentang Dean.

Herb Dean juga menang penghargaan dari majalah Fighters Only Magazine untuk kategori “Referee of The Year” tahun 2010, 2011, dan 2012.

MMAddict Indonesia

Sumber: Sherdog.com, tapology.com, wikipedia.org, youtube.com